Karya Tulis

Komitmen Mahasiswa Mengabdi untuk Masyarakat

(Foto ilustrasi) 

Purwakarta, 6 Maret 2017
Oleh : Dion Murdiono ketua PB PERMATA (Pengurus Besar Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta)

PBPERMATA – Mahasiswa sejatinya adalah seorang siswa yang di ‘maha’ kan yang harus mempunyai kebijaksanaan dalam hidup. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi. Pada era yang semakin maju ini, mahasiwa justru mengalami degradasi besar-besaran (kemunduran) mengenai tugas dan tanggung jawabnya.

Banyak mahasiswa yang masih belum memahami betul perannya sebagai mahasiswa. Argumen-argumen yang dibawa hanyalah sebatas kata-kata. Integritas mahasiwa banyak yang dipertanyakan.

Mahasiswa bukan hanya seorang yang dituntut untuk belajar, namun juga orang yang dituntut untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selain melakukan pendidikan adalah melakukan pengabdian dan penelitian yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan dan melakukan pengabdian masyarakat.

Seseorang yang sudah menjadi mahasiswa sudah dapat dikatakan adalah orang yang sudah dewasa. Dimana memiliki pola pikir kritis dan memiliki integritas dan kemauan yang tinggi. Dan ketika sudah menjadi mahasiswa, maka tanggung jawab bukan hanya kepada orang tua saja, namun juga kepada masyarakat.

Saat ini banyak perguruan tinggi dan organisasi yang ketika melakukan kaderisasi di awal penerimaan mahasiswa sudah menanamkan peran, fungsi, tugas dan tanggung jawabmahasiswa.

Namun realita yang saat ini terjadi adalah segala janji dan kata-kata yang terucap tidak dapat diimplementasikan dengan sungguh-sungguh. Tugas kuliah sering kali menjadi alasan untuk lari dari tanggung jawab akan tugas dan peran mahasiswa yang lain dan kurang minatnya dalam berorganisasi.

Padahal jika dikaji lebih dalam, mahasiwa seharusnya sudah dapat memanajemen dirinya sendiri dengan membagi waktu kapan untuk belajar, mengerjakan tugas, berorganisasi dan menjalankan perannya sebagai mahasiswa yang lain.

Lalu, apakah komitmen tentang tanggung jawab yang diucapkan mahasiswa hanya sekedar pencitraan semata?

Krisis respon kepekaan kini juga banyak dijumpai pada mahasiswa. Dimana mahasiswa yang diharpakan memiliki kepekaan terhadap lingkungannya kini banyak yang tidak melakukan tindakan.

Lalu, tugas dan tanggung jawab untuk pengabdian masyarakat kapan akan dilakukan? Dituntut bukan berarti membebani, namun dituntut diharapkan memiliki kesadaran diri dan menajalankan komitmennya sebagai mahasiswa.

Mengabdi kepada masyarakat bukan hanya sekedar pencitraan namun ketulusan yang dilandasi niat yang lurus untuk sadar akan peran pembawa perubahan.

Maju ataupun tidak negara ini berada di tangan penerusnya. Generasi penerus yang nyata adalah mahasiswa. Jika kepekaan akan kondisi negara ini semakin menipis, bagimana seorang mahasiswa meneruskan perjuangan yang dilakukan para pemuda dulu?

Fokuskan mahasiswa tidak hanya pada pendidikan saja, tapi pada kondisi sosial politik dan ekonomi negara yang sangat memprihatinkan.

Dengan banyaknya permasalahan dengan keputusan pemerintah yang merugikan masyarakat harusnya menjadikan mahasiswa dapat berpikir kritis.

Dimana mahasiswa berhak menyerukan pendapatnya untuk menyerukan aspirasi masyarakat. Namun yang banyak ditemui adalah kesalahan mahasiswa dalam menyampaikan pendapatnya. 

Atau bahkan sikap mahasiswa yang acuh tak acuh saja dengan permasalahan yang sedang terjadi. Padahal mahasiswa dengan fungsinya sebagai pengontrol sosial dapat menunjukan eksistensinya demi mencapai perubahan yang lebih baik.

Hal -hal yang telah terjadi tentang mahasiswa diharapkan dapat dijadikan pelajaran untuk kedepannya. Dimana ketika telah memutuskan menjadi mahasiswa maka ia telah berkomitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiwa.

Komitmen bukan sekedar pencitraan tapi komitmen adalah landasan untuk melakukan perubahan. Integritas bukanlah bayangan maya, tapi kenyataan yang mana akan memberikan citra positif sendiri pada mahasiswa. Dan pengabdian bukanlah ke sia-siaan, tapi tanggung jawab atas niatan yang tulus dan ikhlas untuk kebaikan. (Moch ilga)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s