Karya Tulis, Olahraga

Olahraga Itu Menyakitkan | PB PERMATA

Oleh : Muhammad Yusup Saprudin (kader PERMATA Cabang DKI Jakarta) Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, di Universitas Negeri Jakarta.

Olahraga itu menyakitkan? “Ya, betul.” Menyakitkan bagi orang orang yang malas untuk bergerak,orang-orang yang malas bertindak dan orang orang yang malas berkeringat. Fakta yang saya lihat tampak nyata, karena anak anak dizaman sekarang lebih baik duduk santai bak anak raja.Yang menghabiskan waktunya dengan bermain ponsel pintar, games,nonton,dll.
     “Fonterra Brands Indonesia bersama dengan PEROSI(Perhimpunan Osteoporosis Indonesi)” mengungkapkan “masyarakat indonesia masih menghabiskan waktunya selama rata rata 10 jam dalam sehari dengan aktivitas sedentari. Hasil penelitian mencatat bahwa 34% orang menganggap bergerak (move) sebagai melakukan kesibukan mereka sehari hari”. Padahal,berdasarkan ilmu kesehatan,seseorang dapat dikatakan bergerak secara aktif pada saat ia berolahraga secara rutin selama kurang lebih 30 menit perhari.Seseorang yang memiliki gaya hidup sibuk bukan berarti bergerak secara aktif dan terus menerus,karena kesibukannya itu banyak dihabiskan untuk duduk statis. 

      Banyak cara olahraga yang tidak mengganggu kesibukan disela sela aktivitas yang padat.Entah itu hanya sekedar joging/lari lari kecil, yoga, berenang dll.     

       Bukanya “sehat itu mahal?” karena kalau tubuh dibiarkan untuk tidak bergerak akan menyebabkan badan menjadi kurang fit, daya tahan tubuh yang lemah, berat badan yang tidak terkontrol, bahkan obesitas sekalipun.    

      “Malas” memang menjadi alasan kebanyakan orang untuk berolahraga secara teratur. Tapi sejatinya orang malas tidak akan pernah memikirkan sebab dan akibat tapi lebih memikirkan kesenangan yang sesaat.Tidak cape pun perlu rehat, Tidak kaya pun perlu bersyukur, Sesibuk apa pun juga perlu berolahraga.(Moch Ilga)

Advertisements

4 thoughts on “Olahraga Itu Menyakitkan | PB PERMATA”

  1. Yup,olahraga memang menyakitkan bagi yang malah berolahraga, bergerak, dll. Lalu seharusnya olahraga yang seperti apa yang cocok dilakukan ditengah padatnya rutinitas? Agar alasan cape atau sibuk tidak menjadi penghalang untuk belolahraga

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s