Karya Tulis

​TANAM POHON SAYANGI ALAM | PB PERMATA 

Menurut Ilmugeografi.com”Hutan di Indonesia termasuk urutan ke-9 negara yang memiliki hutan terluas di dunia “ Luas tersebut mencapai 884.950 km2. Sayangnya, hutan di negara kita saat ini terus terkikis, karena kebakaran hutan dan perilaku penebangan ilegal pohon (ilegal logging) yang terus memperparah kerusakan hutan. Apalagi daerah Kalimantan dan Sumatra, semakin hari semakin habis pepohonannya. Hal ini disebabkan adanya pembukaan lahan baru ataupun untuk kepentingan industi perkayuan.

Dampak berkurangnya hutan membuat jumlah karbon di bumi terus meningkat. Dilaporkan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga penyumbang karbon dioksida terbesar di dunia. Selain dari itu ekosistem hutan akan terganggu. Banyak flora dan fauna yang sudah sulit ditemukan di daerah asalnya termasuk hutan. 

Agar hutan di Indonesia tetap lestari dan tidak gundul ialah dengan merawatnya. Salah satu perawatan ialah  dengan menanam kembali tanaman-tanaman yang sudah berkurang. Banyak komunitas-komunitas atau individu yang telah melakukan hal tersebut. Bagi kita yang peduli cara penanaman pohon diantaranya :

1. Tentukan lahan

Lahan hutan, merupakan media tumbuh bagi tanaman hutan berperan dalam rangka menciptakan pohon-pohon hutan sesuai dengan karakteristiknya. Lahan yang dipilih sebagai target penanaman hendaknya merupakan zona bebas dari segala bentuk aplikasi pembangunan baik pemerintah maupun swasta, karena proses terciptanya pohon-pohon hutan memerlukan waktu yang panjang (diatas 10 tahun) untuk dapat terciptanya ekosistem hutan. Jadi hendaknya lahan-lahan tersebut diplanning dengan matang agar pelaksanaan penanam pohon tidak merupakan seremonial belaka.

2. Tentukan bibit

Dalam kegiatan penanam pohon setelah lahan telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan jenis bibit yang akan ditanam. Jenis-jenis yang akan ditanam hendaknya merupakan jenis andalan lahan setempat (pohon yang dapat tumbuh pada areal tersebut), bukan berdasarkan tren ataupun ketersediaan bibit pada kebun bibit, pada lahan yang sangat kritis hendaknya lebih diprioritaskan tanaman jenis-jenis pionieer, untuk mempercepat proses penutupan lahan.

3. Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan sehari sebelum dilakukan penanaman, hal ini dimaksudkan agar suhu udara didalam dan diatas permukaan lahan stabil sehingga dapat membantu menggurangi stess pada tanaman dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lubang tanam dibuat minimal 20 cm x 20 cm dengan kedalam 30 cm – 40 cm (disesuaikan dengan media tumbuh perakarannya). Apabila perlu setelah lubang dibuat ditambahkan pupuk kandang untuk membantu hara media tanaman.

4. Cara Penanaman

Bibit yang akan ditanam terlebih dahulu dilepaskan dari kantung-kantung media tumbuhnya (polybag) kemudian ditanaman bersama media tumbuhnya, harus hati-hati agar media tumbuhnya jangan samapi rusak, Tanaman harus tegak agar proses pertumbuhan dapat berkembangan dengan baik. Kemudian tutup lubang tanaman sambil menekan pelan pada sekeliling tanaman sampai bibit dapat berdiri dengan baik.

5. Waktu Penanaman.

Pelaksanaan penanaman hendaknya dilakukan mulai jam 07.00 -09.00 dan 17.00 – 18.00, karena pada jam-jam tersebut suhu permukaan tanah sedang turun dan stabil sehingga dapat mengurangi stress pada tanaman. Apabila tidak memungkinkan menanam pada jam-jam tersebut dapat dilakukan pada jam diantaranya akan tetapi setelah dilakukan penanaman segera dibuatkan naungan untuk menghindari terik matahari yang dapat membakar hijau daun tanaman, apabila sampai terbakar maka klorofil daun tidak dapat berfotosintesi dan akhirnya tanaman akan mati.

6. Pemeliharaan

Kegiatan ini sama penting dengan tahapan-tahapan diatas, dimana sering kita mengesampingkan langkah yang satu ini, setelah penanaman hendaknya dilakukan pemeliharaan terhadap gulma, liana semak, hewan tangan manusia dan lain  sebagainya, agar ruang tumbuh tanaman dapat berkembang dengan baik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada 6 bulan setelah penanaman sampai tanaman berumur 3 tahun.

  Itulah cara penanaman yang baik. Bagi kita sewajarnya memperlakukan hutan sebagai mana mestinya. Hutan memberikan manfaat dan kita mesti merawatnya. Jangan sampai anak cucu kita  mengenang sejarah bahwa hutan pernah ada. Dalam menggalakan budaya menyayangi hutan. PBB menjadikan 21 Maret sebagai hari hutan sedunia. Mari dan mari kita sayangi hutan. Karena hutan adalah sistem yang diciptakan oleh Tuhan untuk kebermanfaatan seluruh makhluknya.

Penulis : Manarul Huda (kader Permata Bandung) Jurusan Teknik Informatika di UIN SGD Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s