Warta

PERMATA Menghadiri Pertunjukan Teater Bertajuk Karma Sawah

Pertunjukan Teater KARMASAWAH (Foto: Facebook Bang Haji)

Purwakarta,- Pertunjukan teater bertajuk Karma Sawah yang diselenggarakan oleh Sanggar Sukmasarakan, digelar di halaman Kantor Kecamatan Wanayasa pada Jumat malam, 12 Mei 2017. Acara dimulai pukul 20.00 WIB. Pagelaran tersebut dihadiri oleh masyarakat Purwakarta dan sejumlah komunitas yaitu Sanggar Sastra Purwakarta, Sketsa Sore, Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta, Poros Gunung, Inspiration, dan ASAS UPI. Begitupun organisasi mahasiswa PERMATA Cabang Purwakarta, turut hadir di sana, juga seniman-seniman dari Purwakarta bahkan dari Bandung.

Foto bersama pengurus PERMATA bersama Kang Ayi (Pendiri Komunitas Sukmasarakan)

Ketua Umum PERMATA Cabang Purwakarta Hamzah Abdilah berserta kader-kadernya sangat mengapresiasi pertunjukan teater tersebut, “Saya berterimakasih dan mengapresiasi kepada panitia penyelangara karena kami dari PERMATA Cabang Purwakarta diundang dan bisa hadir menyaksikan pertunjukan teater yang luar biasa ini. Acara seperti ini sangat dibutuhkan. Karena sangat inspriratif, dan kehangatan masyarakat pun begitu terasa.” Ucap Hamzah Abdilah.
Teater yang  bertajuk Karma Sawah mengingatkan kita semua terhadap realita yang terjadi pada saat ini. Betapa luasnya lahan sawah yang kita miliki pada masa dulu, setelah terjadinya industrialisasi, kini lahan semakin sempit sehinga mengakibatkan mahalnya harga beras dan kurangnya persediaan beras yang mengharuskan mengimpor dari luar negeri. Padahal dulu sangat mudah dan murah. Harusnya kita Indonesia itu bisa mengekspor bukan malah mengimpor beras, apakah ini sebuah karma!?

Pendiri Sanggar Sukmasarakan, Kang Ayi Kurnia Iskandar mengaku berbahagia karena pertunjukan teater yang disutradarainya berhasil terselenggarakan. Terlebih lagi, beliau sangat bersyukur karena melalui kesenian, anak remaja yang tadinya nakal, berubah menjadi anak remaja yang kreatif. “Ya, Saya bersyukur, pagelaran ini sukses terselenggarakan, lancar, cuaca juga cerah. Terus bersyukur bisa bersilaturahmi dengan komunitas-komunitas. Dan terpenting, kebahagiaan Saya adalah ketika melihat anak-anak yang tadinya nakal, hidup di jalanan, sekarang mempunyai aktivitas yang lebih baik, kreatif. Mereka yang putus sekolah, mau untuk kembali belajar. Bahkan sekarang anak-anak, masing-masing sudah mempunyai impian. Jadi tinggal tugas saya sekarang mengantarkan mereka untuk mampu menggapai cita-citanya.” Ungkapnya.

Tokoh-tokoh pada pertunjukan teater Karma Sawah diperankan oleh anak-anak remaja yang masih duduk di bangku SMP. Tapi ada juga beberapa anak yang masih SD. Aldi, begitu merasa senang karena telah berhasil menjadi pemeran utama. Ia nampak sumringah saat diwawancarai. “Iya, alhamdulillah, senang sekali. Untuk dialognya sih kita berproses aja. Enggak ada naskah. Ya, alurnya udah dikonsep sama Kang Ayi. Latihannya udah lebih dari 4 bulan lah kira-kira.” Katanya.

Penulis: Budi Hikmah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s